07 September 2008
FirdanMengetik 1.0.42
Yang mau belajar mengetik dengan 10 jari dapat menggunakan aplikasi ini. Cocok juga buat anak SD ato SMP.
03 June 2008
PEMETAAN GUA
Gua adalah suatu lintasan sungai bawah tanah yang masih mengalir secara aktif atau pernah mengalir. Sementara itu definisi dari pemetaan gua atau yang sering disebut dengan mapping adalah suatu gambaran proyeksi dua dimensi dengan skala lebih kecil dari suatu bidang tiga dimensi yang mempunyai batas-batas tertentu atau dapat juga dikatakan sebagai suatu gambaran proyeksi dengan skala lebih kecil dari suatu gua. Manfaat dari pemetaan gua itu sendiri adalah merupakan bukti otentik dari penelusur gua sebagai penelusur/tim yang pertama kali menelusuri gua tersebut, membantu para ahli dalam mempelajari biospeleologi, hidrologi, ataupun ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan speleologi, untuk mencari korelasi dengan gua-gua sekitarnya. Selain itu peta dapat digunakan untuk memudahkan dalam usaha pertolongan/rescue, kepentingan HANKAMNAS, atau di bidang pariwisata untuk memudahkan/menentukan perencanaan dalam pengembangan gua sebagai obyek wisata dan sebagai data rekaman keadaan gua saat itu yang biasanya disertai dengan foto.
Di dalam memetakan gua itu sendiri sudah barang tentu kita membutuhkan beberapa peralatan yang di antaranya adalah kompas yang digunakan untuk mengetahui berapa derajat perbedaan arah lorong/jalan terhadap arah utara. Clinometer untuk mengetahui kemiringan bidang terhadap sumbu horizontal dalam satuan derajat. Topofil yang sebenarnya memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan pita ukur, hanya saja benda ini berkerja atas dasar roda yang berputar menggerakkan angka-angka dalam satuan centimeter. Pita ukur, pita ini dibuat dari bahan linen atau plat baja tipis yang kemudian seiring dengan perkembangan jaman saat ini telah banyak pula yang dibuat dari bahan fiber yang mana pita ini dilengkapi dengan ukuran dalam satuan mm sampai cm. lembar kerja (work Sheet) juga sangat dibutuhkan dimana lembar kerja ini akan digunakan untuk mencatat data yang diambil selama pemetaan dan lembar ini diusahakan terbuat dari benda yang tahan terhadap air.
Layaknya peta-peta yang lain, peta gua juga memiliki derajat ketelitian (grade) yang berbeda. Tingkatan itu yang oleh BCRA (British Cave Research Association) dibedakan menjadi 6 tingkatan khusus dan pembagian ini berdasarkan keakuratan pengukuran, teknik yang digunakan dan peralatan yang digunakan. Grade I adalah grade yang hanya membuat sketsa dengan akurasi rendah, tanpa membuat pengukuran. Grade II adalah grade yang digunakan jika diperlukan untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasi antar grade I dan III. Grade III adalah pemetaan yang menggunakan survey magnetic kasar, sudut horizontal dan sudut vertical dan diukur dengan peralatan, derajat kesalahan ± 2,5°. Alat ukur jarak dengan kesalahan ± 50 cm, kesalahan posisi stasiun 50 cm. Grade IV dapat digunakan jika diperlukan untuk menggambarkan survey yang tidak sampai kegrade V tetapi lebih akurat daripada grade III. Grade V adalah survey dengan peralatan magnetic yang mana akurasi sudut horizontal dan vertikalnya hanya ± 1°. Akurasi pengukuran jarak ± 10 cm dan kesalahan posisi stasiun kurang dari 10 cm. Grade VI adalah survey yang dilakukan dengan lebih akurat dari grade V. Sementara grade yang terakhir adalah grade X yang mana survey ini menggunakan theodolite sebagai pengganti kompas.
Selain tingkatan-tingkatan diatas BCRA membuat klasifikasi tingkatan peta gua berdasarkan tingkat ketelitian detail survey yang dibagi atas klas A yang mana semua detail dibuat berdasarkan hapalan luar kepala, Klas B yang detail lorong dicatat dalam gua berdasarkan perkiraan, Klas C detail lorong diukur pada stasiun survey, dan yang terakhir Klas D yang detail lorong diukur pada stasiun survey dan antar stasiun.
Kombinasi grade dan Klas juga sering digunakan dengan catatan bahwa derajat pengukuran ini harus diusahakan sejak dua stasiun pertama karena kesalahan yang timbul juga akan bersifat kumulatif dimana semakin jauh dari titik awal maka akan semakin besar pula kesalahan yang ditimbulkan.
System pemetaan gua berdasarkan arah survey juga terbagi dua yaitu Top to bottom dan Bottom to top. Top to bottom adalah pengukuran yang dimulai dari entrance hingga ujung lorong/dasar gua atau hingga stasiun terakhir. Bottom to top adalah pengukuran dari ujung lorong/dasar gua sampai entrance atau kebalikan dari system Top to bottom.
Pengumpulan data adalah langkah pertama yang bisa digunakan dalam pembuatan peta gua. Pengumpulan data biasanya dilakukan oleh suatu team yang idealnya terdiri dari empat orang dengan pembagian tugas masing-masing. Orang pertama akan bertugas sebagai pembaca alat-alat ukur. Orang pertama ini akan membawa alat-alat seperti clinometer, kompas dan meteran. Orang kedua bertugas sebagai stasiun pengukuran, orang kedua ini membawa ujung meteran yang dipegang oleh orang pertama. Tinggi orang pertama dan kedua sedapatnya diusahakan memiliki tinggi yang sama dengan tujuan untuk mendapatkan ketelitian dalam pengukuran elevasi (kemiringan lantai). Orang ketiga bertugas sebagai pencatat data pengukuran, descriptor untuk cross system (irisan lorong) dan sketsa perjalanan. Orang keempat adalah leader, penentu titik stasiun maupun sebagai pemasang lintasan pada penelusuran gua vertical.
Data-data yang diambil berupa sudut clinometer untuk mengetahui elevasi/sudut kemiringan lantai gua. Sudut kompas untuk mengetahui arah lorong dari arah utara kompas. Jarak miring untuk mengetahui jarak antar stasiun pengukuran. Jarak kiri/kanan untuk memperoleh jarak antara dinding kiri dan kanan dari stasiun pengukuran. Tinggi atap untuk mengetahui tinggi atap pada setiap stasiun pengukuran. Cross section adalah penampang lorong gua. Sketsa perjalanan adalah sketsa yang dibuat dari arah kompas dan diisi dengan keterangan-keterangan yang tidak terdapat dalam work sheet data (diisi dengan simbol-simbol kondisi gua, ornament gua, air, lumpur, pasir dan hal-hal lainnya).
Setelah semua data yang diperlukan diperoleh barulah diadakan perhitungan data untuk menghitung data-data yang diambil dilapangan. Untuk perhitungan ini sudah ada table yang didalamnya terdapat rumus-rumus yang akan diper-gunakan, antara lain menggunakan rumus Jarak datar (I) = cosinus klino x jarak miring (D), Absis (X) = sinus kompas x jarak datar (I), Koordinasi sumbu x (2x) = penambahan absis terhadap status sebelumnya, Ordinasi (Y) = cosinus kompas x jarak datar (I), Koordinasi sumbu Y (ÓY) = penambahan ordinat terhadap status sebelumnya, Beda elevasi (h) =tangent klino x jarak datar (I), Beda elevasi total (Óh) = penambahan beda elevasi terhadap stasiun sebelumnya. Dalam penggunaan rumus-rumus diatas hal-hal yang perlu diperhatikan adalah penghitungan Óx, Óy, Óh pada percobaan sebelumnya.
Setelah semua data-data diperoleh, barulah gua dapat digambarkan sebagai plan section, extended section, projected section atau peta gua tiga dimensi. Plan section adalah peta gua tampak atas., extended section adalah peta gua tampak samping tanpa proyeksi, sedangkan projected elevasion adalah peta gua tampak samping, diproyeksikan dari plan section.
Tahapan-tahapan dalam menggambar peta gua diawali dengan menentukan skala peta dan arah utara peta, penentuan titik koordinat tiap stasiun (system koordinasi polar, system koordinasi cartesius), penetuan jarak titik dinding dan kanan tiap stasiun dan tiap perubahan lebar lorong, menghubungkan titik dinding kiri dan kanan antar stasiun, memasukkan symbol-simbol koordinasi gua, menggambar cross section dan membuat kelengkapan peta. Kelengkapan peta sendiri terdiri dari nama gua, grade peta, lokasi gua (administrasi, geografi, elevasi dpl), arah utara peta, skala peta (grafis, fraksi), waktu survey (tanggal, bulan, tahun), surveyor (kelompok, anggota, acara), panjang dan kedalaman gua dan yang terakhir diharapkan adanya foto-foto gua tersebut. Selamat mencoba !!! Cepot
15 May 2008
SYSTEM PEMANJATAN
Sistem Alpine (Alpine Push) adalah system yang mana pemanjat melakukan pemanjatan sampai puncak tanpa turun ke basecamp, jadi pemanjat selalu berada di tebing saat tidur sekalipun (tidur gantung/hanging bivouak). Didalam system pemanjatan ini segala aktifitas di luar pemanjatan akan dilakukan di tebing, untuk ini segala peralatan dan perbekalan harus benar-benar diperhitungkan, misal kebutuhan makan, minum dan lain-lain. Penggunaan sistem ini juga harus memperhitungkan personil yang bertugas untuk mengangkat barang-barang yang banyak tersebut dengan teknik load carry sehingga membutuhkan personil minimal tiga orang (1 orang leader, 1 orang bellayer dan 1 orang load carry).
Setelah pemanjat terakhir (person load carry) sampai ke picht diatasnya, tali (fixed rope) yang digunakan naik dengan sistem jummaring langsung digulung untuk dibawa naik ke pitch berikutnya, setelah tali dianchor di picht selanjutnya tali itu digunakan untuk naik person (load carry). Jadi tidak ada tali menggantung untuk turun sebelum sampai kepuncak. Keuntungan dari system pemanjatan ini antara lain pemanjat tidak perlu turun kedasar (ground) untuk istirahat (malam) dan naik lagi ke picht terakhir untuk melanjutkan pemanjatan, Jumlah tali yang dibutuhkan relatih lebih sedikit, waktu pemanjatan yang diperlukan akan lebih singkat. Namun dibalik itu semua system ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti segala sesuatu mulai dari membuka jalur dan yang mengevakuasi barang-barang keperluan diatas harus dilakukan sendiri oleh leader dan bellayer tersebut (termasuk untuk pemasangan lintasan untuk load carry), waktu istirahat malam hari kurang yang disebabkan posisi tidur menggantung.
Sistem pemanjatan yang kedua adalah Himalayan (Siege Tactic atau Himalayan Style) yang mana pemanjatan hanya dilakukan hingga sore hari, kemudian pemanjat turun ke camp dasar dan pemanjatan dilanjutkan keesokan harinya. Tali yang digunakan sampai picht terakhir ditinggal untuk melanjutkan pemanjatan, Jadi sebelum melanjutkan pemanjatan leader dan bellayer jumaring sampai picht terakhir, baru kemudian melanjutkan pemanjatan. Kelebihan-kelebihan system ini adalah dalam pemanjatan cukup dibutuhkan dua personil untuk membuka jalur (leader dan bellayer), tidak diperlukan load carry dan hanging bivoak, walaupun hanya satu personel yang mencapai puncak pemanjatan sudah dianggap berhasil, yang terakhir pemanjat dapat melakukan istirahat dengan nyaman dibase camp. Kekurangan nya ialah membutuhkan banyak peralatan terutama tali, Panjang tali disesuaikan dengan panjang lintasan yang akan dilakukan dalam pemanjatan, pemanjatan yang menggunakan system ini membutuhkan waktu lebih lama. Mufti & Bdx
02 May 2008
BERMAIN SAMBIL BERLATIH
Ketika banyak orang-orang berkata/menasehati bahwa banyak bermain itu akan merugikan diri sendiri dan tak ada yang bermanfaat, kecuali hanya kesenangan sesaat. Disini saya akan mencoba menawarkan bentuk kegiatan bermain yang mungkin bermanfaat dan bahkan akan mendatangkan kesuksesan, khususnya buat orang-orang yang menyukai olah raga panjat tebing.
Dalam olah raga panjat tebing, pada saat seorang atlit panjat tebing berlatih tiap hari tanpa ada metode dan program latihan khusus, dan pada saat atlit tersebut mengikuti perlombaan dan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, padahal dia sudah latihan setiap hari, maka disitulah kebosanan kepada olah raga panjat tebing (mutung) datang. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu ada program latihan khusus dan metode latihan yang variatif.
Berbicara soal metode latihan, gue punya sedikit dari banyaknya metode latihan yang ada dalam olah raga panjat tebing. Mungkin lo bisa mempraktekannya.
Dalam berlatih ajaklah teman-temanmu yang menyukai olah raga panjat tebing untuk latihan bareng, jumlahnya sebanyak 3 orang atau lebih, dan dalam metode ini kamu hanya butuh modal chalk bag dan sepatu panjat (kalau ada) tapi bila tidak ada kamu juga bisa juga nyeker (telanjang kaki). Lalu setelah kamu dan temanmu siap segeralah menuju tempat latihan (boulderan) yang ada di sekitar daerahmu. Bisa juga menggunakan wall climbing tapi gunakan aja sisi bawah 'bouldernya' aja, karena disini kamu hanya latihan boulder saja.
Setelah kamu dan temanmu sampai di tempat latihan, siapkan jalur pemanjatan sebanyak 5 jalur, untuk pembuatan jalur kamu bisa memberi tanda pada sekitar point (pegangan) dengan lakban berwarna atau bisa kapur tulis. Untuk jalur diusahakan gradenya (tingkat kesulitan) sama atau lebih dari kamu dan temen-temenmu, dimaksudkan untuk meningkatkan grade pemanjatan kamu. Jalur yang dibuat adalah jalur pendek, kira-kira 5-10 move (gerakan).
Setelah jalur siap, memanjatlah di jalur 1 sebanyak 5 kali pemanjatan dan diselingi semua peserta yang lain (maksudnya kamu memanjat dan ketika sudah sampai top atau terjatuh kamu bergantian dengan temanmu), namun sebaiknya di usahakan agar dalam pemanjatan mencapai top, tetapi sebelum memanjat ada baiknya kamu lakukan pemanasan terlebih dahulu agar badan kamu tidak terasa sakit setelah latihan. Bences
Dalam olah raga panjat tebing, pada saat seorang atlit panjat tebing berlatih tiap hari tanpa ada metode dan program latihan khusus, dan pada saat atlit tersebut mengikuti perlombaan dan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, padahal dia sudah latihan setiap hari, maka disitulah kebosanan kepada olah raga panjat tebing (mutung) datang. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu ada program latihan khusus dan metode latihan yang variatif.
Berbicara soal metode latihan, gue punya sedikit dari banyaknya metode latihan yang ada dalam olah raga panjat tebing. Mungkin lo bisa mempraktekannya.
Dalam berlatih ajaklah teman-temanmu yang menyukai olah raga panjat tebing untuk latihan bareng, jumlahnya sebanyak 3 orang atau lebih, dan dalam metode ini kamu hanya butuh modal chalk bag dan sepatu panjat (kalau ada) tapi bila tidak ada kamu juga bisa juga nyeker (telanjang kaki). Lalu setelah kamu dan temanmu siap segeralah menuju tempat latihan (boulderan) yang ada di sekitar daerahmu. Bisa juga menggunakan wall climbing tapi gunakan aja sisi bawah 'bouldernya' aja, karena disini kamu hanya latihan boulder saja.
Setelah kamu dan temanmu sampai di tempat latihan, siapkan jalur pemanjatan sebanyak 5 jalur, untuk pembuatan jalur kamu bisa memberi tanda pada sekitar point (pegangan) dengan lakban berwarna atau bisa kapur tulis. Untuk jalur diusahakan gradenya (tingkat kesulitan) sama atau lebih dari kamu dan temen-temenmu, dimaksudkan untuk meningkatkan grade pemanjatan kamu. Jalur yang dibuat adalah jalur pendek, kira-kira 5-10 move (gerakan).
Setelah jalur siap, memanjatlah di jalur 1 sebanyak 5 kali pemanjatan dan diselingi semua peserta yang lain (maksudnya kamu memanjat dan ketika sudah sampai top atau terjatuh kamu bergantian dengan temanmu), namun sebaiknya di usahakan agar dalam pemanjatan mencapai top, tetapi sebelum memanjat ada baiknya kamu lakukan pemanasan terlebih dahulu agar badan kamu tidak terasa sakit setelah latihan. Bences
18 April 2008
MENAMBAH ISI
Kode Etik Pecinta Alam Indonesia :
PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA.
PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR.
PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH YANG MAHA ESA.
Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan:
Sebagai kaum intelektual kita seharusnya mampu membawa perubahan kepada arah yang lebih baik dan dinamis. Itu merupakan suatu kewajiban yang memang berada dipundak kita sebagai pecinta alam dan generasi muda, tunas bangsa yang akan melanjutkan kehidupan negara ini.
Kemajuan tidak akan pernah datang jika tidak ada perubahan, bagaimana dengan kode etik pecinta alam?, Harus ada yang ditambah dalam isi kode etik pecinta alam indonesia.
Kenapa tidak? Undang-undang dasarpun bisa diubah jika dikehendaki oleh bangsanya.
Sebuah bangsa tidak akan maju, bahkan akan semakin terpuruk jika masyarakatnya, atau rakyatnya tidak mencintai bangsa itu". Oleh karena itu perlu ada penambahan satu point sebelum pernyataan yang dianggap sebagai hakekat kode etik pencinta alam indonesia tersebut, Dengan menambahkan point ke 7. Mencintai negara ini sebagai satu kesatuan bangsa. Dan point ke "8. Selesai".
"Terkadang cinta tak perlu diucapkan". Tapi pencantuman point tadi pada kode etik pecinta alam indonesia, sebagai salah satu wujud bahwa kita memang mencintai negara ini, walaupun perahu bangsa kita saat ini sedang dilanda badai tak berkesudahan. Dan kita sebagai kaum intelektual, dengan menggunakan semangat perubahan itu, maka sudah sepatutnya kita terpacu untuk berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini.
Penambahan point tersebut juga lebih menegaskan bahwa, kita sebagai pecinta alam sangat mencintai bangsa ini, dan tidak akan pernah untuk mengkhianatinya, sekecil apapun. Siapa tahu suatu saat kita dituduh mengkhianati bangsa ini oleh kaum generasi seterusnya, yang saya rasa jauh lebih pandai dan pintar dari generasi saat ini. Karena dalam janji kita tidak pernah mencantumkan bahwa kita mencintai bangsa ini.
Tidak bermaksud mengkhianati niat-niat luhur dan nilai-nilai yang dibawa serta yang telah dikemukakan oleh para pendahulu kita, yang telah melahirkan kode etik pencinta alam indonesia. Tetapi jika niat kita tulus untuk memperbaiki bangsa ini, hal itu menjadi satu korelasi yang tidak salah untuk dilakukan.
Jogjakarta sebagai kota pelajar, seharusnya mampu membawa pemaparan ini, kepada publik pecinta alam. Sebentar lagi kita memiliki moment besar yang sangat berpengaruh terhadap mapala seluruh indonesia (TWKM) yang akan diadakan di Mapalaska IAIN SUNAN KALIJAGA. Kita harus mampu memanfaatkan moment tersebut sebagai media untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Tentunya ini tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Jika perubahan itu bisa dimulai dari jogja, kenapa tidak?
Qonyek
PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA ALAM BESERTA ISINYA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA.
PECINTA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI MASYARAKAT INDONESIA SADAR AKAN TANGGUNG JAWAB KAMI KEPADA TUHAN, BANGSA DAN TANAH AIR.
PECINTA ALAM INDONESIA SADAR BAHWA PECINTA ALAM ADALAH SEBAGAI MAKHLUK YANG MENCINTAI ALAM SEBAGAI ANUGERAH YANG MAHA ESA.
Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan kesadaran menyatakan:
- Mengabdi kepada tuhan yang maha esa.
- Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
- Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
- Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
- Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam.
- Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air.
- Selesai.
Disyahkan bersama dalam GLADIAN IV 1979 di Ujung Pandang.
Sebagai kaum intelektual kita seharusnya mampu membawa perubahan kepada arah yang lebih baik dan dinamis. Itu merupakan suatu kewajiban yang memang berada dipundak kita sebagai pecinta alam dan generasi muda, tunas bangsa yang akan melanjutkan kehidupan negara ini.
Kemajuan tidak akan pernah datang jika tidak ada perubahan, bagaimana dengan kode etik pecinta alam?, Harus ada yang ditambah dalam isi kode etik pecinta alam indonesia.
Kenapa tidak? Undang-undang dasarpun bisa diubah jika dikehendaki oleh bangsanya.
Sebuah bangsa tidak akan maju, bahkan akan semakin terpuruk jika masyarakatnya, atau rakyatnya tidak mencintai bangsa itu". Oleh karena itu perlu ada penambahan satu point sebelum pernyataan yang dianggap sebagai hakekat kode etik pencinta alam indonesia tersebut, Dengan menambahkan point ke 7. Mencintai negara ini sebagai satu kesatuan bangsa. Dan point ke "8. Selesai".
"Terkadang cinta tak perlu diucapkan". Tapi pencantuman point tadi pada kode etik pecinta alam indonesia, sebagai salah satu wujud bahwa kita memang mencintai negara ini, walaupun perahu bangsa kita saat ini sedang dilanda badai tak berkesudahan. Dan kita sebagai kaum intelektual, dengan menggunakan semangat perubahan itu, maka sudah sepatutnya kita terpacu untuk berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini.
Penambahan point tersebut juga lebih menegaskan bahwa, kita sebagai pecinta alam sangat mencintai bangsa ini, dan tidak akan pernah untuk mengkhianatinya, sekecil apapun. Siapa tahu suatu saat kita dituduh mengkhianati bangsa ini oleh kaum generasi seterusnya, yang saya rasa jauh lebih pandai dan pintar dari generasi saat ini. Karena dalam janji kita tidak pernah mencantumkan bahwa kita mencintai bangsa ini.
Tidak bermaksud mengkhianati niat-niat luhur dan nilai-nilai yang dibawa serta yang telah dikemukakan oleh para pendahulu kita, yang telah melahirkan kode etik pencinta alam indonesia. Tetapi jika niat kita tulus untuk memperbaiki bangsa ini, hal itu menjadi satu korelasi yang tidak salah untuk dilakukan.
Jogjakarta sebagai kota pelajar, seharusnya mampu membawa pemaparan ini, kepada publik pecinta alam. Sebentar lagi kita memiliki moment besar yang sangat berpengaruh terhadap mapala seluruh indonesia (TWKM) yang akan diadakan di Mapalaska IAIN SUNAN KALIJAGA. Kita harus mampu memanfaatkan moment tersebut sebagai media untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Tentunya ini tugas kita bersama untuk mewujudkannya. Jika perubahan itu bisa dimulai dari jogja, kenapa tidak?
Subscribe to:
Posts (Atom)