Borokovic

Sekedar catatan yang sedang diingat itupun kalo lagi gak males..

12 November 2008

DROP IN LOADING

http://gandirsetyadi.files.wordpress.com(Courtesy of Bush, David D; Mastering Digital Photography, 2003)

Memang kelihatannya sepele, buka tutupnya kemudian pasang filmnya, tutup kembali tutup belakang kamera, siap deh untuk jeprat-jepret. Walaupun memang sepele tapi memasang film adalah kunci utama keberhasilan kita dalam menciptakan suatu image atau gambar (foto).

Ada cerita mengenai salah seorang teman yang lagi belajar memotret. Dia antusias banget untuk dapat membuat foto yang spektakuler, pokoknya lain dari pada yang lain. Suatu ketika dia pengen memotret, maka pergilah dia ke toko atau lab film untuk membeli film yang isinya 36. Dia minta untuk dipasangkan sekalian film itu ke dalam kameranya. Kemudian mulailah dia keluyuran kesana-kemari mencari obyek untuk fotonya. Setelah jeprat sana, jepret sini tak terasa penunjuk frame sudah menunjukkan angka 36. "Wah sudah habis nih filmku", pikir dia. Maka pergilah dia kembali ke toko yang tadi untuk mencuci sekaligus mencetaknya. Setelah menunggu sehari dia mengambil film yang telah diproses tadi. Betapa kagetnya dia setelah melihat negatif filmnya ternyata bersih tanpa ada gambar sedikitpun. Aku yang menemani dia berkomentar "terlalu bersih kali nyucinya mbak, apa malah pake disikat segala?" sambil sedikit menggoda. "Mungkin pada saat memasang film kemarin nggak nyantol mas, jadi filmnya belum kepake.

Kejadian tersebut sebenarnya tak perlu terjadi jika pada saat kita memasang film dilakukan dengan tepat dan benar. Kita harus pastikan bahwa film tersebut benar-benar telah terkait di pengait film atau belum.

Ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan dalam memasang film agar tidak terjadi hal-hal yang bikin kita gondok.

Langkah pertama kita harus lebih dulu mengatur selektor ASA pada angka yang tertera dibungkus film, ini untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pencahayaan. Kecuali bila untuk maksud tertentu (push atau pull).

Langkah kedua kita harus membuka bungkus film dengan hati-hati. Hindarkan dari cahaya matahari langsung, cari tempat yang teduh atau lindungi dengan bayang-bayang kita. Masukan tabung film kedalam kamera dengan membuka tutup belakang kamera, kemudian sisipkan ujung lidah film kedalam celah pengait leader film. Pastikan gerigi penuntun film sudah masuk kedalam lubang-lubang di sisi tepi film. Kokang atau putar maju tuas pemutar film yang letaknya di kanan atas dari badan kamera dengan hati-hati untuk memajukan film hingga film benar-benar terkait di pengait film. Sekali lagi pastikan bahwa gerigi penuntun film benar-benar sudah masuk ke dalam lubang-lubang di tepi film. Yang terakhir tutup penutup belakang kamera, lalu kokang tuas pemutar film hingga dua frame atau hingga angka pada indikator frame menunjuk pada angka satu. Pastikan penggulung film pada kiri atas dari badan kamera ikut berputar pada saat kita mengokang atau memajukan tuas pemutar film.


Nah sepele-kan! langkah-langkah diatas kebanyakan untuk yang menggunakan kamera manual atau kamera pocket model lama. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, memasang film sekarang ini jadi lebih mudah dan gampang. Dengan ditemukannya sistem droop in loading, mempermudah bagi para pengguna kamera. Kita tinggal memasukkan tabung film ke dalam badan kamera, lidah film kita tempatkan pada posisinya dan tutup penutup belakang kamera maka pengait leader film dan gerigi penuntun film akan berputar dengan otomatis menarik lidah film. Kamera yang seperti ini adalah kamera yang sudah dilengkapi dengan fasilitas motor drive. Mingkem


No comments:

Post a Comment